Ads

Hubungan Antara Islamic Financial Well Being dengan Kekhusyu’an Ibadah

Hubungan Antara Islamic Financial Well Being dengan Kekhusyu’an Ibadah


Rahmatullah.id - Ada sebuah cerita dari sahabat Rasul yang selalu tergesa-gesa pulang setelah selesai salam saat shalat subuh. Sahabat tersebut bernama Abu Dujanah.

Lalu Rasul bertanya, apakah Abu Dujanah tidak punya permintaan yang perlu dipanjatkan hingga sampai setelah salam langsung pergi meninggalkan masjid tanpa berdoa.

Ternyata alasannya cukup mengharukan. Sebelah rumah Abu Dujanah ada pohon kurma yang setiap pagi terkena angin dan buah kurmanya selalu jatuh berserakan di teras rumah.

Keluarga Abu Dujanah seringkali hidup kekurangan, anak-anaknya sering tidur dalam kelaparan. Jadi ketika pagi melihat buah kurma berserakan diteras rumah, mereka akan mengambil dan memakannya.

Abu Dujanah yang tau mereka memakannya, berusaha mengeluarkan makanannya. Oleh karena itu, setiap selesai shalat subuh Abu Dujanah lari kerumah agar buah kurma yang jatuh tadi bisa dia kumpulkan dan kembalikan sebelum anak-anaknya tau dan memakannya.

Rasul yang mendengarnya pun terharu dan mendatangi pemilik pohon kurma yang ternyata seorang non muslim. Rasul menawar pohon itu tapi ditolak hingga pada akhirnya Abu Bakar yang kebetulan lewat berhasil membelinya.

Mulai saat itu buah kurma yang jatuh bisa dimakan oleh keluarga Abu Dujanah. Abu Dujanah pun bisa nyaman beribadah tanpa memikirkan hal-hal sepeti itu lagi.

------

Dari kisah ini, bisa kita ambil pelajaran bagaimana hubungan Islamic Financial Well Being dengan kekhusu’an Ibadah, yakni kesehatan dan kebahagian financial memang sangat diperlukan bagi setiap muslim, sehingga kekhusu'an dalam beribadah pun bisa dijalani tanpa harus memikirkan kekurangan harta.


Supported: Sharfin.id

Advertisement