Ads

4 Pondasi Akhlak dalam Bermuamalah

4 Pondasi Akhlak dalam Bermuamalah

Rahmatullah.id - Dalam bermuamalah, yang dijadikan tujuan utama bukan hanya pencarian keuntungan dan mengumpulkan harta dengan cara yang halal. Namun pondasi dalam bermuamalah juga harus dibangun atas dasar relasi yang mengedepankan akhlak mulia.

Hal ini dimaksud agar menghindari praktik ekonomi yang kurang etis meskipun itu halal dilakukan seperti monopoli atas suatu hal dengan tujuan mendapatkan untung sebanyak-banyaknya.

4 pondasi akhlak dalam bermuamalah diantarnya yang pertama adalah merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan berusaha menahan diri beserta keluarganya dari menjatuhkan diri pada hajat yang bisa menyebabkan darinya hina seperti meminta-minta.

Hal ini pernah tertulis pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa Rasul pernah bersabda yang artinya:

“Tidaklah seseorang memakan suatu makanan yang lebih baik dibanding dari hasil kerja tangannya sendiri. Sesungguhnya Nabi Daud AS (ketika menjadi raja) senantiasa memakan makanan dari hasil usahanya sendiri”

Pondasi kedua adalah saling berbagai manfaat dengan sesama. Hal ini juga tertulis pada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa Rasul pernah bersabda yang artinya:

“Tidaklah seorang Muslim yang menanam suatu pohon atau menanam suatu tanaman Kemudian manusia lain memperoleh makanan darinya, atau hewan ternaknya, melainkan dia mendapatkan pahala karenanya”

Dalam berkegiatan ekonomi yang baik, mementingkan kepentingan orang lain juga menjadi salah satu poin utama agar apa yang kita lakukan juga mendapat berkah.

Pondasi ketiga, tentunya dalam bermuamalah haruslah memastikan bahwa apa yang diperoleh itu dari cara yang halal dan tidak merugikan pihak lain. Itulah kenapa harus menghindari praktik-praktik seperti Maysir, Gharar dan Ribak arena itu semua merugikan salah satu pihak dalam suatu transaksi.

Dan yang keempat adalah patuh pada ketentuan hukum syar’i. Bahkan lembaga-lembaga atau perusahaan yang mendedikasikan darinya sebagai perusahaan berlandaskan prinsip syariah haruslah mempunyai divisi Sharia Compliance agar apa yang dilakukan tetap pada koridor hukum syar’i.

Dari pondasi itu, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa perilaku ekonomi jika berlandaskan nilai-nilai Islam sangat mengedepankan nilai etika dan tentunya ini berbeda dengan perilaku ekonomi konvensional.

 

Supported: Sharfin.id

Advertisement