The Effect of Monetary Policy on The Islamic Financial Service Industry

Bahas Jurnal


Overview Journal


Judul The Effect of Monetary Policy on The Islamic Financial Service Industry
Jurnal Qualitative Research in Financial Markets
Publisher Emerald Group Publishing
Volume & Halaman Vol. 8 Hal. 218-228
Tahun 2016
Penulis Burak Yungucu & Buerhan Saiti
Index Jurnal Scopus Q3
Link https://www.emeraldinsight.com/1755-4179.htm
Reviewer Bintang Ramadhan
Fatah Ahmad Fadholi
Rahmatullah
Surono
Yusuf Kurniawan


Tujuan - Tujuan dari makalah ini adalah untuk menyelidiki dampak kebijakan moneter terhadap industri jasa keuangan Islam dengan mempelajari dari temuan literatur yang ada. 

Desain / metodologi / pendekatan - Karena tidak tersedianya model empiris dalam penelitian yang ada, penulis menggunakan ulasan studi sebelumnya dan mengusulkan model teoritis baru.

Temuan - Sebagian besar dari studi ini telah mendokumentasikan efek negatif dengan beberapa pengecualian. Transmisi kebijakan moneter telah terjadi melalui risiko suku bunga, ketidaksesuaian aset-liabilitas, serta ketidakstabilan deposito dan pembiayaan. Selain itu, penelitian yang diperiksa telah mengkonfirmasi kelayakan kebijakan moneter Islam.

Orisinalitas / nilai - Model yang diusulkan dapat menawarkan beberapa wawasan kepada pembuat kebijakan jika diperiksa secara empiris.

Literature Review

Penulis dalam pendahuluannya menerangkan bahwa sejak adanya evolusi industri jasa keuangan Islam, industri ini telah berhasil mengembangkan instrumen pasar modal sehingga timbul pasar modal Islam, dan selama tiga dekade terakhir menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa.

Namun walaupun terdapat perbedaan antara industri keuangan Islam dan konvensional, keduanya tetap beroperasi di lingkungan yang sama dan saling mempengaruhi. Ketika terjadi guncangan moneter maka ini akan berdampak juga pada industri keuangan, baik itu konvensional atau Islam.

Penulis juga mengatakan, bahwa sebagian besar uang dalam perekonomian kita tidak diciptakan oleh pemerintah atau bank sentral, tetapi diciptakan di seluruh dunia oleh sistem perbankan melalui fractional reserve system, jumlah yang dapat diciptakan juga dapat dihitung melalui formula penggandaan uang. Misalnya, setoran awal $100 dengan persyaratan cadangan wajib adalah 5%, bank umum dapat menghasilkan total kredit $2000. Pencetakan uang yang menggelembung ini dapat menyebabkan pasokan uang lebih banyak daripada jumlah barang, sehingga dapat terjadi inflasi yang mengarah pada hilangnya nilai mata uang, tabungan rendah dan kemiskinan.

Abdullah (2016) pernah membuat artikel, beliau mengatakan bahwa kapitalisme lebih banyak memberikan kredit untuk modal, sedangkan untuk tenaga kerja sedikit. Sedangkan dalam sosialis, berlawanan dengan kapitalisme dan Islam memandang di antara keduanya (modal dan tenaga kerja) dengan sistem pembagian untung dan rugi dengan tujuan terciptanya keadilan. Sehingga sistem cadangan 100% asli, dengan media pertukaran yang mempertahankan nilainya, sehingga dapat mencapai stabilitas harga.

Disisi lain kebijakan moneter yang dikeluarkan oleh otoritas moneter melalui tingkat suku bunga berdampak signifikan terhadap industri jasa keuangan Islam. sehingga perkembangan perbankan Islam melambat atau stagnan yang dipengaruhi salah satunya yaitu kebijakan moneter yang berbasis bunga. 

Dalam paper ini, terdapat beberapa hasil penelitian terdahulu untuk mendukung model baru yang akan dibuat oleh peneliti, beliau menyebutkan Khan dan Mirakhor (1989), mereka telah menemukan bahwa tidak ada perubahan mendasar dari efek moneter pada variabel ekonomi, dan juga dalam sistem keuangan Islam, pembiayaan utang digantikan dengan pembiayaan ekuitas dan mekanisme bagi hasil, bukan bunga; sehingga ini seperti bank investasi. Begitu juga statement dari Abdullah (2016), dia beranggapan bahwa bank diubah menjadi rumah investasi, yang didalamnya ada bagi hasil dan kerugian seperti Mudharabah dan Musyarakah.

Studi lain dikemukakan oleh Zangeneh dan Salam (1993) mereka menyatakan kemungkinan Islamisasi dan modifikasi alat kebijakan moneter saat ini yang digunakan bank sentral juga dapat digunakan oleh bank sentral Islam. Lanjut lagi oleh Darrat (1988), beliau menemukan bahwa relatif lebih efisien sistem kebijakan moneter bebas-bunga daripada berbasis sistem bunga.

Said dan Ismail (2008) dalam menganalisis tranmisi kebijakan moneter dan siklus pada bank-bank Islam khususnya di Malaysia. Mereka menemukan bukti perubahan kebijakan moneter dalam penundaan suku bunga antar bank syariah dapat tercermin dalam penawaran pinjaman di tahun berjalan. Selain itu Bacha (2004) menyatakan bahwa perbankan syariah yang beroperasi dalam dual banking system juga dapat dikenakan risiko suku bunga yang akibatnya menyebabkan risiko likuiditas dan ketidaksesuaian aset pertanggung jawaban. Oleh karena itu, beliau menyatakan jelas kebijakan moneter sangat mempengaruhi sistem keuangan Islam melalui tingkat bunga.

Metode Penelitian

Dalam riset ini, peneliti menggunakan pendekatan analisis historis-deskriptif dengan metode studi pustaka atau library research dari penelitian yang ada yang bersifat induktif yaitu mempelajari empirik dan hasil yang telah diteliti kemudian menarik sebuah kesimpulan atau teori baru untuk permasalah yang sedang diteliti.

Konsep Model

Konsep Model
 

Dari model yang telah dibuat oleh peneliti, beliau mengatakan, bahwa pasar uang merupakan komponen utama dari setiap sistem keuangan, ini adalah pasar dimana tempat pinjaman jangka pendek dan surat utang dijual dan dibeli. Tidak lupa juga, pasar modal memainkan peran penting dalam pengembangan negara manapun dan mereka adalah jantung dari sistem keuangan yang terdiri dari sektor non-perbankan dan perbankan. Bahkan di dunia Muslim, pasar modal syariah ini mengalami pertubuhan yang sangat cepat dalam komponennya, seperti perbankan syariah, sukuk, reksadana syariah, dan takaful.

Kelebihan Jurnal

  • Pembahasan literature review yang sangat komperhensif (dimulai dari kajian tahun 1980 hingga 2014)
  • Memunculkan model baru terkait dampak Kebijakan Moneter kepada Industri Keuangan Islam
  • Membandingkan masalah-masalah dampak kebijakan moneter di berbagai negara (Malaysia & Turki)

Kekurangan Jurnal

  • Saran yang masih normatif dan masih sulit untuk dilakukan atau Call to Action-nya (Tentang mengganti semua ekonomi saat ini dengan ekonomi Islam)
  • Hanya 2 (dua) dampak yang dibahas terkait efek kebijakan moneter, yaitu Interest-Rate Risk dan Asset-Liability Mismatch Problem.

Advertisement