Larangan Menumpuk Harta dalam Islam, Investasi Termasuk Didalamnya?

Larangan Menumpuk Harta dalam Islam, Investasi Termasuk Didalamnya?

Rahmatullah.id - Dalam ilmu Financial Planning, berinvestasi masuk pada kategori Wealth Accumulation atau proses menambah kekayaan/harta. Dalam Islam, pemaknaan terhadap harta memiliki banyak arti.

Namun ada hadits yang menyebutkan bahwa diantara ujian seluruh umat nabi yang pernah ada, ujian umat Nabi Muhammad SAW adalah harta.

‘sesungguhnya setiap umat memiliki ujian, dan ujian umatku adalah harta’ – HR. Tirmidzi

Harta yang kita peroleh dan gunakan akan selalu diminta pertanggung jawabannya. Pernah dengar larangan Ihtinaz?

Ihtinaz adalah praktik penimbunan emas dan perak dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan ketika nilai emas dan peraknya naik.

Berarti apakah menyimpan emas terlalu banyak dilarang dalam Islam?

Perlu diingat bahwa hukum Islam hadir selalu dengan Maqasidnya. Larangan menimbun harta termasuk emas/perak juga ada maksudnya.

Saat itu emas dan perak masih menjadi alat tukar dimana jumlah peredarannya mempunyai efek pada ekonomi secara makro. Bisa menyebabkan inflasi maupun deflasi yang itu mempengaruhi kemaslahatan banyak orang.

Jadi ketika Islam melarang menimbun harta tentunya berhubungan dengan kemaslahatan banyak orang salah satunya larangan menyimpan uang terlalu banyak tanpa digunakan untuk aktivitas produktif.

Sehingga, larinya uang kita haruslah tetap pada aktivitas sektor rill yang itu bisa menumbuhkan perekonomian. Maka dari itu investasi saat ini harus selalu lari ke sektor rill.

Investasi berupa penimbunan alat tukar atau komoditas ribawi dengan tujuan mendapatkan keuntungan di atas penderitaan orang lainlah yang dilarang dalam Islam.

 

Supported: Sharfin.id

Advertisement