Denda di Bank Syariah Bisa dihindari dengan Cara Ini!

Denda di Bank Syariah Bisa dihindari dengan Cara Ini!

Rahmatullah.id - Seringkali menjadi perdebatan kalau Bank Syariah masih ada ribanya karena terbukti ada denda kalau telat membayar angsuran yang mana praktik denda ini tergolong praktik riba jahiliyah.

Sebenarnya konteks riba jahiliyah dulu adalah jika si peminjam tidak bisa membayar hutang sesuai waktu yang disepakati lalu meminta penangguhan pembayaran, penangguhan waktu tersebut diberikan tetapi perlu membayar uang tambahan.

Dan perlu dipahami bahwa uang tambahan yang diminta untuk ganti pemberian waktu penangguhan itu masuk ke pendapatan orang yang memberi hutang dan bisa dia gunakan untuk kegiatan konsumsi.

Sedangkan di Lembaga Keuangan Syariah, denda yang diberikan tidak masuk ke pos pendapatan dan juga denda itu diberikan khusus nasabah yang mampu tapi menunda pembayaran.

Sesuai hadits dari Rasulullah yang menyebutkan..

‘penundaan pembayaran oleh penghutang yang mampu adalah sebuah kezaliman’

Tapi kok pada praktiknya banyak yang sebenarnya sedang nggak mampu bayar tapi tetap dapat denda? Jawabannya, karena nasabah tersebut tidak mau atau mungkin belum menunjukan kondisi rill yang bisa diindikasikan dia sedang kesusahan.

Perlu diketahui, di Bank Syariah juga ada yang namanya Restrukturisasi. Skema restrukturisasi ini ada tiga jenis yaitu: Rescheduling, Reconditioning, dan Restructuring.

Nasabah yang merasa sedang mengalami kondisi finansial yang buruk tapi punya komitmen dan itikad baik, maka tinggal ajukan proses restrukturisasi pembiayaannya, maka bank tidak akan mengenakan denda.

Sesuai dengan QS. Al-Baqarah 280:

'dan jika orang yang berutang itu dalam kesukaran maka berilah Tangguh sampai dia lapang'



Supported: Sharfin.id 

 

In English:

How to Ignorence the Fine in Islamic Bank?
https://en.rahmatullah.id/2021/09/how-to-ignorence-fine-in-islamic-bank.html

Advertisement