Ads

Bank ini Bisa Kasih Bunga Deposito 8% Per Tahun! Kok Bisa?

Bank Neo Commerce

Rahmatullah.id - Dalam persaingan bank di era sebelumnya, kantor cabang berpengaruh besar untuk bisa menjangkau pasar yang lebih luas. Namun di era sekarang, dengan ramainya perkembangan Bank Digital memungkinkan menjangkau pasar jauh lebih mudah dan cepat.

Namun ada 1 (satu) hal penting yang berpengaruh dalam membantu menjangkau pasar digital, yaitu ekosistem dan benefit material kepada target konsumen. Perusahaan teknologi berstatus unicorn selalu identik dengan ‘bakar uang’ melalui program promo yang diberikan.

Begitupun dengan persaingan bank digital, salah satu pelaku bank digital berani memberikan bunga deposito sebesar 8% per tahun! Angka yang sangat tinggi mengingat rata-rata return deposito di angka 4-5% dan dengan karakter produk yang sangat aman.

Bank itu bernama Bank Neo Commerce dengan aplikasinya yang bernama Neo+. Saat ini jumlah unduhannya di playstore mencapai 5jt lebih. Dengan bunga tabungan yang mencapai 6% per tahun dan deposito yang mencapai 8% per tahun, tentu sangat menarik orang-orang untuk menempatkan dananya.

Bank Neo Commerce sebelumnya merupakan Bank Yudha Bhakti yang kepemilikan sebelumnya dikuasai oleh dana pengelolaan ASABRI dan saat ini berubah ke Bank Digital setelah adanya akuisisi dari PT. Akulaku Silvr Indonesia, sebuah perusahaan digital penyedia pinjaman online yang sudah terdaftar di OJK.

Jadi sudah tau kemana nantinya dana tabungan nasabah disalurkan?

Jawabannya ke salah satu lini bisnis relasi Bank Neo Commerce, yaitu ke pendanaan pinjaman online Akulaku yang saat ini bunga pinjaman Akulaku saja mencapai 1,5% perbulan dan admin 1% perbulan.

Tentu ekosistem seperti ini bisa menjadi competitive advantage dari bisnis bank. Meskipun jaminan bunga dari LPS hanya 4% untuk Bank Umum dan 6,5% untuk BPR, namun dengan konsep bisnis yang ditawarkan Akulaku memungkinkan keunggulan kompetitif tersebut ditawarkan melalui Bank Neo Commerce.

Pertanyaannya, mengapa hal ini sulit dilakukan di industri keuangan syariah? Apakah selama ini karena industri keuangan syariah masih terkesan ego karena masing-masing ingin menjadi paling terdepan dalam market sharenya mengingat saat ini market share keuangan syariah masih rendah?

Jika industri keuangan syariah ingin membuat keunggulan kompetitif produknya, maka produk seperti apa yang bisa dikembangkan? Ekosistem seperti apa yang harus dibuat?

 

Supported: Sharfin.id

Advertisement