Bank Indonesia Pusat dari Riba, Benarkah?

Bank Indonesia Pusat dari Riba, Benarkah?

Rahmatullah.id - Masih banyak juga yang menganggap bahwa Bank Indonesia merupakan pusat dari segala transaksi ribawi, karena melalui Bank Indonesia ada kebijakan suku bunga yang membuat bank umum lainnya menerapkan skema bunga dalam memberikan kredit.

Selain itu, dari mana pendapatan BI?

Jawabannya Bank Indonesia mendapat keuntungan dari aktivitas kebijakan moneter yang dikeluarkan, misalnya dari aktivitas pembelian surat berharga negara, selisih kurs transaksi valuta asing, memberikan pinjaman kepada bank umum, dan masih banyak lagi.

Karena kebijakan moneter yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia selalu berkaitan dengan bunga maka pendapatan paling besar dari Bank Indonesia pun tidak jauh dari pendapatan bunga.

Per 2019, BI membukukan pendapatan operasional sebesar 91,8 Triliun dimana 53%-nya dari pendapatan bunga. Sisanya dari selisih kurs dari transaksi valuta asing, transaksi aset keuangan dan pendapatan lainnya.

Tentu ini menjadi pertanyaan:

Apakah BI benar-benar menjadi pusat transaksi Ribawi?
Lalu bagaimana yang bekerja disana? Apakah penuh dosa riba?

Kita tidak bisa menilai bahwa BI menjadi pusat riba ataupun yang bekerja disana penuh dengan dosa riba, karena kita tahu ekonomi dunia memang sudah berjalan sedemikian rupa sehingga akan sangat susah kalau berjalan berbeda karena kita terikat banyak transaksi global. Membuat sebuah kebijakan moneter ataupun fiskal juga tetep harus melihat kondisi global. Contoh nyata adalah saat terjadi krisis. 

Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan penurunan suku bunga acuan, kebijakan Quantitative Easing (pelonggaran likuiditas) yang juga berhubungan dengan bunga, dan kebijakan lain yang memang diharapkan bisa mengangkat daya konsumsi masyarakat untuk melakukan impulsive buying saat krisis terjadi. Kalau tidak ada BI yang menetapkan suku bunga acuan, akan sangat lama sekali kita bisa keluar dari krisis.

Dengan rendahnya suku bunga, maka kredit bisa semakin digenjot. Semua orang diharapkan mengambil kredit. Bahkan biaya membership kartu kredit setiap bulannya pun turun cukup besar.

 

Supported: Sharfin.id

-----------------------------

Mengutip sebuah hadits:

“Sungguh akan datang pada manusia suatu masa (ketika) tiada seorang pun di antara mereka yang tidak akan memakan (harta) riba. Siapa saja yang (berusaha) tidak memakannya, maka ia tetap akan terkena debu (riba)nya.” (HR Ibnu Majah, HR Sunan Abu Dawud, HR Al-Nasa’i dari Abu Hurairah)

Solusinya perbanyak Ziswaf (Zakat, Infak, Sedekah Wakaf) karena ini sebagai bentuk pembersihan harta kita.

Advertisement