Boikot: Membangun Kekuatan Mandiri

boikot-produk-israel

Rahmatullah.id - Semoga aksi (boikot) ini bukan hanya sekedar tindakan reaktif, walau ia terbangun dari kesadaran yang mungkin di dasari oleh "emosional".

Kesadaran yang muncul karena "merasakan" permusuhan dari orang-orang kafir dan para peliharaannya, yang secara nyata memperlihatkan keculasannya pada ummat ini.

Saat ini, yang tak kalah penting adalah bagaimana menjaga dan menumbuh besarkan kesadaran yang Allah SWT beri serta memberinya kekuatan, karena yang memusuhi ummat Islam dapat dipastikan jauh lebih besar.

Untuk itu kita harus mampu membangun "kemandirian", sebuah kekuatan yang tidak hanya berlandaskan pada ekonomi, tapi juga mental, aqidah, persaudaraan dan strategi.

Dari segi mental, mulailah berusaha mengurang-ngurangi kebutuhan.

Kita patut mencontoh sikap Raja Faisal dari Saudi Arabia, yang pada tahun 70-an mengembargo kiriman minyak ke amerika, dengan menyatakan; "kami tidak butuh minyak, kami cukup hidup dengan segenggam kurma"

Demi Allah! musuh akan sangat menderita saat kita mencukupkan diri hanya hidup dengan segenggam beras!

Perbaiki Aqidah kita dengan perkuat rasa sabar dan meningkatkan rasa syukur.

Berapa besarpun hitung-hitungan angkanya, tidak akan pernah memuaskan nafsu kita, nafsu hanya bisa dikendalikan dengan rasa sabar dan syukur atas segala sesuatu yang Allah beri.

Dengan begitu, mentalitas "rasa cukup" atas apa adanya, akan tumbuh dan menjadi kekuatan tiada banding tanpa tanding.

Akan tetapi untuk menghadapi musuh, tidak cukup hanya dengan kekuatan abstrak (Aqidah dan mental), kita juga harus membangun kekuatan real lainnya.

Kekuatan ekonomi yang mungkin pertama kali kita bangun adalah ketersedian atau pemenuhan kebutuhan pangan dan segala sesuatu yang berkenaan dengannya.

Kemandirian atas kebutuhan pangan akan menghilangkan sebagian besar intervensi musuh dalam kehidupan kita.

Dikarenakan kebutuhan pangan kita yang utama adalah beras, maka ada tiga sektor strategis yang harus kita kuasai, yakni:

1. Menguasai Pemasaran Hasil Pertanian (beras) dari Petani

Memutus jalur distribusi yang mungkin akan mengarahkan hasil tanam ke orang-orang kafir.

2. Produksi Beras Alternatif.

Masih ingat "kasus beras berbahan baku plastik" yang berasal dari cina?

Atau masih ingat beras dari singkong yang pernah ditawarkan ke masyarakat di jaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono?

Jadi sangat mungkin beras diproduksi secara "pabrikan" (insyaa Allah kita sudah menguasai teknologinya).

Jika "pabrikan" beras bisa kita lakukan secara home industri, dengan setiap kecamatan ada 2 s/d 5 "pengusaha beras", insyaa Allah kebutuhan kita akan pangan terpenuhi secara mandiri dengan mudah.

3. Teknologi Pertanian Tepat Guna.

Sempitnya lahan pertanian setelah wilayah lumbung padi seperti kerawang, cikarang, disusul oleh sukabumi, cianjur menjadi ladang beton pabrik-pabrik gak jelas, saatnya kita menggunakan teknologi sederhana untuk memaksimalkan lahan yang ada dan menjadikan lahan-lahan mati menjadi lahan produktif untuk pangan.

Pertanian hidroponik, sangat mungkin menghasilkan beras hidroponik, dan kita sudah berhasil melakukannya.

Teknologi hidroponik bukan lagi hal aneh, sangat mungkin dilakukan pada lahan-lahan sempit dan tidak produktif, dan tidak butuh perawatan intensif, sehingga sangat mungkin semua kita menjadi petani yang menghasilkan pangan mandiri.

Ini semua butuh kerja sama dengan rasa persaudaraan yang saling menjaga dengan landasan iman, sehingga sistem bisnis real yang kita bangun bersih dari cara-cara yahudi, seperti penipuan dalam timbangan dan riba.

Dengan kekuatan mandiri, bisa kita pastikan bahwa dana-dana yang kita keluarkan akan mengalir ke saudara-saudara kita seiman.

Wallahu'alam

 

Referensi

  • Beras Plastik Sudah Diproduksi di China Sejak 2011
    https://internasional.kompas.com/read/2015/05/20/04483431/Beras.Plastik.Sudah.Diproduksi.di.China.Sejak.2011
  • Cara Tanam Padi Hidropoik di Perkarangan Rumah
    https://bbpadi.litbang.pertanian.go.id/index.php/info-berita/info-teknologi/cara-tanam-padi-hidroponik-di-pekarangan-rumah
  • Diversikasi Pangan, Bulog Bikin Produk Beras Singkong
    https://money.kompas.com/read/2020/12/16/073841126/diversikasi-pangan-bulog-bikin-produk-beras-singkong?page=all 
  • Raja Faisal, Berani Mengembargo Minyak ke Amerika
    https://www.cowasjp.com/read/1940/20170304/050136/raja-faisal-berani-mengembargo-minyak-ke-amerika/
  • Sawah Beralih Jadi Perumahan atau Industri Mengancam Ketahanan Pangan https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-41078646 
Next Post Previous Post
2 Comments
  • CatatanDroid
    CatatanDroid 18 Mei 2021 21.24

    semoga ide ini sampai ke orang berkepentingan yang beriman dan amanah, karena biasanya kalau sudah sampai "atas" kemaslahatan umat kalah dengan kemaslahatan kantong pribadi.

    • Rahmatullah
      Rahmatullah 18 Mei 2021 21.52

      Aamiin..
      Semoga saja..

Add Comment
comment url