Miras: Pandangan Ekonomi Islam

miras-ekonomi-islam

Rahmatullah.id - Masyarakat Indonesia hari-hari ini tengah dihebohkan dengan berita terkait Investasi Miras yang digalakkan pemerintah untuk pemberdayaan UMKM. Banyak terjadi penolakan dengan alasan bahwa mudharatnya lebih banyak daripada manfaatnya, namun ada juga yang mendukungnya dengan alasan dapat membuka peluang penyerapan tenaga kerja.

Konsumsi Alkohol

Konsumsi minuman beralkohol di Indonesia relatif rendah, sebesar 0,8 Liter perkapita pertahunnya, termasuk yang tercatat maupun yang tidak tercatat (black market), dan ini hanya seperenam dari rata-rata konsumsi di Asia Tenggara. (Audrine, 2021).

Dalam penelitiannya tersebut, Pingkan Audrine menyatakan walaupun konsumsi alkohol relatif rendah, penjualannya di Indonesia telah diatur, menciptakan kurangnya aksesibilitas dan keterjangkauan alkohol yang tercatat (resmi). Ini menjadikannya alasan untuk mengkonsumsi alkohol yang lebih murah yang tersedia secara luas. Ia menyatakan bahwa ratusan orang Indonesia yang sebagian besar miskin telah meninggal karena keracunan methanol dari mengkonsumsi alkohol yang tidak tercatat (black market) dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai mana kita ketahui, konsumsi alkohol umumnya menyebabkan peningkatan tingkat kematian. Penyebab kematian yang paling umum disebabkan oleh konsumsi alkohol di seluruh dunia adalah karena sirosis hati (16,6%), kecelakaan lalu lintas terkait alkohol (11,9%) dan kanker hati (8,2%). Disebutkan juga, bahwa alkohol menyebabkan hilangnya 3.5% tahun produktif. Di negara maju, kerugian rata-rata 9% dan karena konsumsi alkohol yang tinggi (WHO, 2011).

Mengkonsumsi alkohol juga tidak hanya mempengaruhi individu, melainkan berdampak pada lingkungan sekitar mereka, terutama keluarga, teman, dan rekan kerja. Mengkonsumsi alkohol telah terbukti meningkatkan Kejahatan, kekerasan, dan perilaku berbahaya lainnya. (Welss et al. 2000)

Alkohol dan Pertumbuhan Ekonomi

Beberapa literatur mengaitkan antara konsumsi alkohol dan pertumbuhan ekonomi, misalnya pada penelitian yang dilakukan oleh (Cihak, 2020), beliau mengatakan penurunan kondisi makroekonomi yang diukur oleh tingkat pengangguran menyebabkan peningkatan jumlah pasien baru yang dirawat dirumah sakit yang didiagnosis dengan sirosis hati antara tahun 1994-2016. Ini menunjukan bahwa konsumsi alkohol mengalami countercyclical pada periode yang ditelitinya. Dengan kenaikan satu poin persentase pengangguran, jumlah pasien baru yang harus dirawat dirumah sakit dengan sirosis hati meningkat 3,5%. Penelitian ini juga serupa dengan penelitian yang dilakukan oleh (Johannsen et al. 2006) pada data di Finlandia antara tahun 1975-2001.

Secara sederhananya, jika ekonomi masyarakat mengalami penurunan, maka akan terjadi stress dan meminum alkohol menjadi jalan untuk penenang atau sebagai pelarian sehingga dapat menyebabkan tingkat kematian yang sebelumnya telah diungkapkan oleh WHO.

Namun demikian, dilain sisi ini akan menjadi peluang bisnis yang menggiurkan bagi mereka yang memiliki bisnis alkohol, Inilah barangkali alasan mereka yang mendukung Investasi miras tersebut.

Pandangan Ekonomi Islam

Ekonomi Islam tentu melarang hal demikian, tidak hanya semata-mata keuntungan yang dicari, namun semua kegiatan perekonomian harus dilandasi kesesuaiannya dengan Maqashid Syariah. Kita dilarang mengambil keuntungan yang merugian orang lain.

Maka benarlah firman Allah:

"Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya" (Q.S Al-Baqarah: 219)

"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. dst..” (QS. Al-Maidah : 90)

Wallahu’alam bisshawab


Referensi

  1. Audrine, P. (2021). Policy Reforms for Safe Online Access to Alcoholic Beverages in Indonesia. Jakarta: Center for Indonesian Policy Studies.
  2. Cihak, J. (2020). The Effect of Economic Conditions on Alcohol Consumption. International Review of Economics, 481-497.
  3. Johansson E, Böckerman P, Prättälä R, Uutela A (2006) Alcohol-related Mortality, Drinking Behavior, and Business Cycles: are Slumps Really Dry Seasons? Eur J Health Econ 7:215–220
  4. Wells S, Graham K, West P (2000) Alcohol-related, Aggression in The General Population. J Stud Alcohol Drugs 61: 626–632
  5. World Health Organization. (2011). Global Status Report on Alcohol and Health. Geneva.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url